Senin, 12 April 2010

Senyum..:-)

Senyum mungkin modal paling gampang buat memancing perhatian, cinta ataupun cita-cita. dengan senyum, hati sekeras batu karang kadang bisa luluh lantas berantakan. sebegitu besar pesona senyum, sampai ada peramal wajah dari Cina yang mengkhususkan diri meneliti senyuman. dari penelitian ini bisa ditebak sifat serta gelora asmara pemiliknya. Mau tahu?..be continue...

Kamis, 01 April 2010

HHffff...lagi gak sempat nulis apa-apa..nich..oh my BLog..i'm sorry..dah jarang2 ngunjungin kamu...

Selasa, 23 Februari 2010

Coretan Dinding

Assalam'alaikum....
Yupz...gmn kabarmu hati???mga teteup istiqamah yah..
hmm..semester ni bakalan sibuk abizz...sibuk...sibuk...tapi gak sekedar menyibuk...
salam sukses yah..n teteup SEMANGAT!!!!Allahu Akbar...

Selasa, 09 Februari 2010

Perilaku Hewan (Cara Berkomunikasi)



Hewan berkomunikasi dengan mengirimkan sinyal yang dikenali dan dimengerti hewan lain. Sinyal dapat berupa suara, getaran, penampakan warna, bau bahkan tarian. Komunikasi memiliki banyak kegunaan, antara lain memperoleh pasangan, menakuti lawan, mempertahankan wilayah, memberi tahu hewan lain akan bahaya yang datang, dan berhubungan dengan anggota keluarga. Beberapa hewan muda menggunakan sinyal tertentu untuk meminta makanan dari orang tuanya.
MONYET
Monyet pelolong hidup dalam kelompok kecil yang terdiri dari sekitar 6 ekor, di hutan hujan tropis Belize. Setiap kelompok memiliki teritori masing-masing yang dipertahankan dari kelompok lain dengan melolong untuk menakut-nakutinya. Lolongan ini adalah lolongan yang terkeras yang dihasilkan oleh mamalia darat dan dapat terdengan dari jarak 3 km. Monyet menghasilkan lolongan dengan mendorong udara melalui tulang tenggorokan yang disebut hioid.
IKAN PAUS
Beberapa jenis paus, temasuk paus selatan sejati, mengasilkan suara yang disebut nyanyian, yang dapat mencapai jarak jauh di dalam air. Kegunaan nyanyian paus belum diketahui secara pasti, mungkin mereka menggunakannya untuk menarik pasangan atau tetap berhubungan antara satu dengan lainnya di samudra yang luas. Aktivitas manusia di laut, seperti sonar dan mesin kapal yang berisik mungkin dapat menghambat paus-paus tersebut berkomunikasi.
KUCING
Hewan menunjukkan peilaku agresif pada hewan sejenisnya ketika berkompetisi untuk makanan, tempat tinggal atau pasangan. Hewan juga agresif terhadap hewan lain yang mengancam dirinya. Dengan mendesis, memamerkan giginya yang tajam, dan mendirikan rambutnya, kucing gurun afrika menakut-nakuti lawannya.

Senin, 08 Februari 2010

Valentine Day Dalam Pandangan Islam


VALENTINE DAY (HARI BERKASIH SAYANG)
Menurut pandangan Islam

Di berbagai belahan dunia, orang beramai-ramai mengamini bahwa tanggal 14 Februari adalah hari Valentine. Di Indonesia pun, para warganya turut menyambut gembira datangnya hari kasih sayang ini, meskipun sebenarnya mereka tak tahu pasti mengapa harus ikut merayakan hari tersebut. Bukankah untuk menunjukkan rasa sayang kita terhadap teman, kekasih ataupun keluarga kita tak perlu menunggu datangnya tanggal 14 Februari, kita bisa menunjukkannya setiap hari. Kita juga tak perlu mengeluarkan uang banyak untuk membeli coklat, bunga dan pernak-pernik lainnya untuk menunjukkan rasa sayang kita, cukup dengan perhatian yang tulus
Benarkah ia hanya kasih sayang belaka ?
“Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (berbuat kebohongan terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116)

Hari 'kasih sayang' yang dirayakan oleh orang-orang Barat dan termasuk pula orang-orang timur pada tahun-tahun terakhir disebut 'Valentine Day' sangat popular dan bahkan merebak di pelosok Indonesia. Terlebih lagi ketika menjelang bulan Februari di mana banyak kita temukan iklan-iklan tidak Islami hanya untuk mengekspos (mempromosikan) Valentine. Berbagai tempat hiburan mulai dari diskotik(disko/klub malam), hotel-hotel, organisasi-organisasi maupun kelompok-kelompok kecil; ramai berlomba-lomba menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan pengaruh media massa seperti surat kabar, radio maupun televisi; sebagian besar orang Islam juga ikut di pengaruhi dengan iklan-iklan ValentineDay.

SEJARAH VALENTINE
Asal mula hari Valentine berawal pada jaman kerajaan Romawi. Menurut adat Romawi, 14 Februari adalah hari untuk menghormati Juno. Ia adalah ratu para dewa dewi Romawi. Rakyat Romawi juga menyebutnya sebagai dewi pernikahan. Di hari berikutnya, 15 Februari dimulailah perayaan ‘Feast of Lupercalia.’
Pada masa itu, kehidupan belum seperti sekarang ini, para gadis dilarang berhubungan dengan para pria. Pada malam menjelang festival Lupercalia berlangsung, nama-nama para gadis ditulis di selembar kertas dan kemudian dimasukkan ke dalam gelas kaca. Nantinya para pria harus mengambil satu kertas yang berisikan nama seorang gadis yang akan menjadi teman kencannya di festival itu.
Tak jarang pasangan ini akhirnya saling jatuh cinta satu sama lain, berpacaran selama beberapa tahun sebelum akhirnya menikah. Dibawah pemerintahan Kaisar Claudius II, Romawi terlibat dalam peperangan. Claudius yang dijuluki si kaisar kejam kesulitan merekrut pemuda untuk memperkuat armada perangnya.
Ia yakin bahwa para pria Romawi enggan masuk tentara karena berat meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Akhirnya ia memerintahkan untuk membatalkan semua pernikahan dan pertunangan di Romawi. Saint Valentine yang saat itu menjadi pendeta terkenal di Romawi menolak perintah ini.
Ia bersama Saint Marius secara sembunyi-sembunyi menikahkan para pasangan yang sedang jatuh cinta. Namun aksi mereka diketahui sang kaisar yang segera memerintahkan pengawalnya untuk menyeret dan memenggal pendeta tersebut. Ia meninggal tepat pada hari keempat belas di bulan Februari pada tahun 270 Masehi. Saat itu rakyat Romawi telah mengenal Februari sebagai festival Lupercalia, tradisi untuk memuja para dewa. Dalam tradisi ini para pria diperbolehkan memilih gadis untuk pasangan sehari. Dan karena Lupercalia mulai pada pertengahan bulan Februari, para pastor memilih nama Hari Santo Valentinus untuk menggantikan nama perayaan itu. Sejak itu mulailah para pria memilih gadis yang diinginkannya bertepatan pada hari Valentine.
Sungguh merupakan hal yang ironis apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri 'terjun' dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri.
Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment ini tidak lebih hanyalah bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merusak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat dengan kedok percintaan (bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.

PANDANGAN ISLAM
Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?
Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:
“ Dan janganlah kamu megikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)
Islam amat melarang kepercayaan yang mengikuti kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.
Hadis Rasulullah s.a.w:
“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.
Firman Allah s.w.t. dalam Surah Ali Imran (keluarga Imran) ayat 85 :
“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.
Jadi Sebagai Umat Muslim yang Baik maka yang Harus diperhatikan adalah:


1. Hakikat
Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan 'supercalis' bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama Nasrani (kristian), maka berubah menjadi 'acara keagamaan' yang dikaitkan dengan kematian St. Valentine.
2. Sumber
Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh karena itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak.
Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.
Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.

3. Tujuan
Mengungkapkan rasa kasih sayang kita adalah baik. Tetapi bukan untuk sehari dan sehari dalam setahun. Dan bukan pula berarti kita harus mengikut kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda :
“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.
4. Pelaksanaan
Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara. Tetapi hal ini telah dijelaskan oleh ALLAH s.w.t dalam firmanNya:
“Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27)
Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi :
“…walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
Nah sekarang Sudah jelas ! Apapun alasannya, kita tidak boleh mengikuti budaya-budaya dari luar yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita mengotori akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. Karena kalau dikatakan toleransi, Islamlah yang paling toleransi di dunia.
Sudah semestinya kita menyadari sejak saat ini agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim. Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan 'alternatif' terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain.
MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH)....
Perhatikanlah Firman Allah :
“…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim”.

Semoga Allah memberikan kepada kita hidayahNya dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya. Tujuan dari semua itu adalah agar diri kita selalu taat sehingga dengan izin Allah s.w.t. kita dapat berjumpa dengan para Nabi baik Nabi Adam sampai Nabi Muhammad s.a.w.
Firman Allah s.w.t.:
“Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya maka dia akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari golongan Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin (orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman”.



Minggu, 07 Februari 2010

Penentuan jenis kelamin pada bayi


Siapa yang berperan dalam Penentuan Jenis Kelamin Anak?
Dahulu orang berpendapat bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh kualitas sang ibu. Ada ibu yang berbakat melahirkan anak laki-laki, ada pula yang berbakat melahirkan anak perempuan. Pendapat lain mengatakan bahwa jenis kelamin bayi ditentukan bersama oleh sel laki-laki dan sel perempuan.
Sesungguhnya, Al-Qur’an telah menjelaskan hal ini empat belas abad yang lalu. Dalam firman-Nya dalam Al-Qur’an, Allah subhanahu wata’ala telah memberi kabar bahwa jenis kelamin laki-laki atau perempuan diciptakan ”dari air mani apabila dipancarkan”. Dengan kata lain, air mani laki-laki sebagai bagian yang menentukan jenis kelamin bayi.
”Dialah (Allah) yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dan dari air mani, apabila dipancarkan”. (Al-Qur’an 53 : 45-46)
Perkembangan ilmu pengetahuan selama abad ke-20, terutama bidang genetika dan biologi molekuler telah membenarkan secara ilmiah ketepatan informasi yang diberikan Al-Qur’an ini. Bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel-sel sperma dari tubuh pria, dan bahwa wanita tidak berperan dalam proses penentuan jenis kelamin ini.
Secara genetis, sel-sel tubuh manusia mengandung 46 kromosom. Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan bentuk seorang manusia diketahui sebagai kromosom kelamin. Pada laki-laki, kromosom ini disebut ”XY”, dan pada wanita disebut ”XX”. Penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom tersebut yang menyerupai bentuk huruf-huruf ini. Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kewanitaan.
Pembentukan seorang manusia baru berawal dari bergabungnya sel telur dan sel sperma di dalam rahim. Baik sel telur maupun sel sperma hanya membawa setengah dari jumlah kromosom manusia, yaitu 23 kromosom. Sel telur yang dihasilkan oleh wanita, memiliki kromosom tunggal X sedangkan sel sperma ada yang membawa kromosom X dan ada yang membawa kromosom Y.
Saat keduanya bergabung, terjadilah pembuahan dan sel yang terbentuk akan memiliki 46 kromosom. Jika satu sel telur berkromosom X dari wanita ini bergabung dengan sperma yang membawa kromosom Y, maka bayi yang akan lahir berjenis kelamin pria. Sebaliknya, jika yang membuahi sel telur adalah sperma berkromosom X, akan terbentuk bayi perempuan. Dengan kata lain, jenis kelmain bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang bergabung dengan sel telur wanita.
Tak satu pun informasi ini dapat diketahui hingga ditemukannya ilmu genetika pada abad ke-20. bahkan di banyak masyarakat, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh pihak wanita. Inilah mengapa kaum wanita dipersalahkan ketika mereka melahirkan bayi perempuan.
Namun, tiga belas abad sebelum penemuan gen manusia, Al-Qur’an telah mengungkapkan informasi yang meghapuskan keyakinan takhayul ini, dan menyatakan bahwa wanita bukanlah penentu jenis kelamin bayi, akan tetapi air mani dari pria. (Source:harunyahya.com)

Minggu, 17 Januari 2010

Do'a ku

“Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada ibu-bapakku, serta untuk mengerjakan amal sholeh yang Engaku ridhoi, berilah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan kepada anak-cucuku. Sungguh aku bertobat kepada-Mu, dan sesungguhnya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri.” al-Ahqaf (QS 46:15)

Ayat di atas adalah do’a kesadaran akan hakikat hidup yang diajarkan Allah kepada manusia bila mencapai umur 40-an tahun.

Inilah do’a sarat makna yang penuh keterbukaan dan kesadaran akan peran masa lalu (orang tua), masa kini (diri kita sendiri), dan harapan masa depan (anak-cucu). Inilah do’a keselamatan setelah menjalani hidup hingga cukup bekal pengalaman serta berkesempatan untuk menata ulang setelah melihat tantangan proyeksi dirinya di masa depan. Inilah do’a penuh permohonan, penuh kesyukuran, dan penuh pertobatan yang perlu dilantunkan secara khusyuk, intim, dan sepenuh jiwa oleh siapa pun yang punya kesadaran akan umur, posisi, peran, peluang, serta hakikat kehidupannya.

Sungguh ketika seseorang menapaki usia yang ke-40 telah sampailah ia pada fase kearifan hidup. Puncak fase fisik sudah dilampauinya, simpang jalan kehidupan sudah diketahuinya, derita dan bahagia sudah dialaminya, serta jalur, rambu, dan lapis-lapis kehidupan sudah transparan bagi mata batinnya. Pada usia ini, seseorang sudah bisa mengukur secara tepat kekuatan dan kelemahan dirinya, tinggallah kemudian mana pilihan jalan yang akan diteruskanya. Persoalan kehidupan sudah semakin kelihatan berat dan bukan lagi fase fisik, bukan lagi fase coba-coba, melainkan fase kearifan hidup.

Ahli tafsir ada yang menyebutkan bahwa do’a seperti pada ayat di atas diucapkan oleh Abu Bakar As-Shidiq ra ketika kedua orangtuanya menyatakan masuk Islam. Dan, do’a itu masih dilantunkannya setiap hari hingga seluruh anggota keluarga Abu Bakar yang lain masuk Islam. Sedangkan oleh Talhah bin Masyraf kepada Abu Ma’syar ketika dia mengadukan kenakalan anaknya agar anaknya menjadi orang-orang sholeh dan sholehah.

Dua kata kunci pada do’a ini adalah ‘syukur’ dan ‘taubat’. Hakikat syukur adalah penegasan pengakuan diri akan nikmat yang telah diterimanya serta ungkapan rasa terima kasih kepada Allah atas segala kebaikan-Nya. Sementara inti tobat adalah saling ‘berbuat kebaikan’ antara manusia dengan Allah. Dimulai dari manusia yang ‘berbuat kebaikan’ dengan penyesalan kemudian dibalas oleh Allah ‘berbuat kebaikan’ dengan pengampunan dan pemberian rahmat-Nya serta manusia bertobat lantas Allah mengampuninya. Inilah hubungan mesra dan bermakna hakiki antara mahluk dan kholik.

Di zaman yang serba mengkhawatirkan seperti sekarang ini, ketika tantangan dan godaan hidup tidak lagi ringan, sudah selayaknya kita lakukan ikhtiar batin dengan berdo’a dan munajat selain ikhtiar lahir dengan fisik dan pikiran.

Insya Allah dengan laku syukur dan laku taubat, seluruh keluarga kita bisa selamat meniti jalan kehidupan, menapak duniawi sehingga bisa mencapai khusunul khotimah. Amin.

Pada akhirnya, mari bersama kita renungkan perjalanan kita di persinggahan ini. Hari berganti hari. Berganti hari, berarti kian dekat pada saat akhir hidup kita. Di dunia ini kita hanya mampir. Bukankah sudah banyak orang yang hidup sebelum kita, yang kini mereka kembali ke asal, menjadi tulang belulang.

Di depan kita, sudah banyak generasi muda yang kini hidup untuk menggantikan kita. Lalu kita mau ke mana, mau ke mana, kita pasti mati, mati adalah tempat mutasi kita yang terakhir. Kita pasti akan mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan. Sebanyak apa pun harta yang kita miliki tak akan bisa menolak kematian kita. Sehebat apa pun kekuasaan yang kita genggam, tak akan bisa menghalau kematian walau satu detik, walau kita kuat dan perkasa.

artikel dikutif dari :
http://filsafat.kompasiana.com/2009/12/28/ketika-usia-kita-makin-bertambah/
=======================================


Rabu, 30 Desember 2009


Hukum Perayaan Tahun Baru Bagi Umat Muslim


Allah menciptakan manusia di dunia ini dengan memberikan dua jalan kehidupan yaitu jalan keburukan dan jalan kebaikan. Jalan kebaikan tentunya adalah jalan yang dituntun oleh Nabi kita Rasulullah Muhammad SAW yang merupakan insan Kamil, Qudwah dan suri tauladan kita di dunia ini, tidak ada yang menyamai akhlak dan pribadi beliau sehingga patutlah hanya beliau yang kita jadikan teladan dalam setiap tingkah kita. Kebenaran itu hanya ada di sisi ALLAH SWT ..Al haqqu min rabbikum...yang disampaikan melalui utusanNya yaitu Rasulullah. Adapun jalan keburukan adalah jalan yang di pelopori dan dibayang-bayangi oleh Syaitan Laknatullah ‘alaih. Inilah jalan yang harus kita hindari.
Melihat betapa di anjurkannya kita sebagai hamba Allah untuk menempuh jalan kebenaran ini, maka kita di tuntun untuk senantiasa melaksanakan sunnah-sunnah Rasulullah dan menjauhi bid’ah termasuk tasyabbuh (meniru) terhadap orang-orang kafir. Pelarangan menyamai/ meniru orang kafir yaitu pada semua aspek kehidupan, baik itu segi fisik, maupun ibadah. Contoh dalam hal fisik yaitu, di anjurkannya para kaum laki-laki untuk memelihara jenggot dan mencukur kumis serta memendekkan kain di atas mata kaki (tidak isbal) agar berbeda dari kaum Nasrani yang berbuat sebaliknya yaitu memelihara kumis dan mencukur jenggot. Dalam hal ibadah, misalnya pada bulan ini (Muharram) orang-orang Yahudi berpuasa pada 10 Muharram sebagai bentuk syukur mereka atas selamatnya Nabi Musa dari kejaran Fir’aun, kita sebagai umat muslim harus menyalahi mereka yaitu berpuasa lebih dari 1 hari yaitu pada 9 – 10 Muharram, atau 10-11 Muharram. Selain itu, bentuk pelarangan yang lain yaitu, merayakan hari-hari raya bersama orang-orang kafir, termasuk tahun baru ini yang notabenenya adalah hari suci orang-orang kafir.
Sejarah Perayaan Tahun Baru
Penentuan penanggalan dan pemberian nama bulan muncul pertama kali pada 45 tahun sebelum masehi, pencetusnya adalah Julius Kaesar yang dibantu oleh seorang Astronom. Pada saat Julius Kaesar turun tahta, maka salah satu nama bulan saat itu yakni Quintilis diganti dengan nama Julius ( Juli). Setelah itu digantikan oleh kaesar berikutnya Agustinus (yang pada akhirnya menjadi nama bulan Agustus). Adapun bulan Januari diberikan nama oleh bangsa Romawi berdasarkan nama dewa mereka Dewa Janus (permulaan) yang bermuka dua. Perayaan tahun baru pada awalnya ditolak oleh umat Kristen, barulah setelah tahun 1600-an mereka mulai merayakan tahun baru. Dikalangan mareka sendiri terdapat perbedaan penentuan tahun baru ini, ada yang mengambil hari kelahiran Isa al Masih, ada yang mengambil hari kebangkitan Isa Al-Masih (menurut kepercayaan mereka). Namun seiring berjalannya waktu akhirnya mereka bersatu menetapkan 1 Januari sebagai hari suci ummat mereka. Jadi dengan kesimpulan bahwa penanggalan Masehi ini adalah milik ummat Kristiani (dari kata Al-Masih) sehingga kita seharusnya tidak ikut-ikutan menggunakannya karena kita ummat muslim juga memiliki penanggalan yaitu kalender Hijriah.
Hukum Ikut Merayakan Tahun Baru
Fatwa para Ulama :
Mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru hukumnya haram karena itu merupakan bentuk persetujuan kita terhadap kesesatan mereka.
Memberi ucapan tersebut dianalogikan seperti mengucapkan selamat kepada orang yang telah melakukan maksiat seperti minum khamr, berzina, dsb. Namun, mengucapkan selamat untuk hari raya mereka lebih parah ketimbang mengucapkan selamat kepada pelaku maksiat karena nyata-nyata bahwa yang mereka lakukan ini (hari raya orang kafir) adalah salah satu bentuk kesyirikan yang nyata-nyata dosanya sangat besar (menyekutukan ALLAH). Bagaimana pantas kita memberikan ucapan selamat kepada orang-orang yang sudah jelas tidak selamat dan jelas kesesatannya???
Syaikh Utsaimin :
Tidak boleh menampakkan kegembiraan pada perayaan-perayaan kaum musyrikin, baik itu meliburkan sekolah-sekolah, pekerjaan, memasak makanan-makanan dalam rangka itu, ataupun partisipasi lain terhadap budaya mereka.
Mengeluarkan dana untuk perayaan-perayaan itu sama halnya dengan membayar untuk masuk ke neraka Allah Na’udzubillah, dan hanya membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak memberi manfaat sedikitpun. Sekedar duduk-duduk menghadiri acara tersebut saja sudah tidak boleh apalagi ikut merasa gembira atas acara tersebut.
Tahun baru merupakan salah satu sarana Ghozwul Fikr dari para musuh-musuh islam.
Q.S. Al-Baqarah : 109
“ Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki mereka, setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka ma’afkanlah dan berlapang dadalah, sampai Allah memberikan perintah-Nya, sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu”.
Adapun untuk tahun baru islam juga dilarang untuk dirayakan karena itu merupakan bentuk tasyabbuh kita terhadap budaya mereka secara tidak langsung. Tahun baru islam saja dilarang untuk dirayakan apalagi tahun baru orang-orang kafir. Hari raya bagi kita ummat islam hanya dua yaitu hari Iedul Fitri dan Iedul Adha.
Jadi sudah seyogyanya kita sebagai ummat muslim yang baik, tidak memberikan loyalitas kita terhadap kaum musyrikin. Hendaklah kita memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan hal-hal yang bermanfaat tidak hanya dunia tapi juga utamanya untuk akhirat kita yang kekal insya Allah...melaksanakan sunnah-sunnah Rasulullah SAW dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman kita. Dengan memasyarakatkan penanggalan islam (hijriyyah) maka akan mendekatkan kita pada amalan-amalan islamiyah..wallahu a’lam.

Kamis, 10 Desember 2009

Aliran Sesat....

Aliran sesat???? Ada apa dengannya?
Indonesia sedang disibukkan dengan berbagai macam masalah dan musibah yang sepertinya tak ada ujung. Mulai dari masalah dalam lingkup pemerintahan maupun dari masyarakatnya sendiri. Belum teratasinya korban bencana alam yang tak hanya merenggut harta benda tapi juga jiwa itu, seiring pula berkembang masalah perseteruan antara para petinggi-petinggi negara, ya petinggi negara. Tidak hanya itu, masyarakat yang merasa terpinggirkan oleh adanya masalah itu, kriminalitas justru melesit dengan tajam, pembunuhan dan kriminalitas lain semakin merajalela. Bahkan yang tak kalah serunya yakni semakin banyaknya bermunculan paham-paham menyimpang khususnya yang mengatasnamakan islam...yang populer dengan Aliran sesat. Sebenarnya, apakah yang menyebabkan munculnya aliran sesat tersebut? Apakah karena krisis aqidah yang melanda ummat? Ataukah karena teracuninya pemikiran-pemikiran ummat islam dengan pola hidup masa kini yang notabenenya adalah strategi Ghozwul Fikr?
Sangat disayangkan, Indonesia yang sudah dikenal merupakan negara yang berpenduduk mayoritas sejatinya hanyalah sebagai titel saja. Sebagian besar muslimnya justru memiliki pemahaman yang boleh dibilang masih tergolong minim. Ini dilihat dari maraknya muncul berbagai aliran sesat. Bak cendawan di musim hujan, kemunculannya semakin lama semakin banyak. Modus yang diangkat umumnya adalah mengaku ada nabi/rasul setelah Muhammad saw, dan juga pelaksanaan syariat islam secara parsial. Sebut saja Ahmadiyah yang menganggap Mirza Gulam Ahmad sebagai rasul, Lia Eden yang mengaku mendapat wahyu dari malaikat jibril, al-Qiyadah al-Islamiyah yang dipimpin oleh Ahmad Mushaddeq yang meyakini bahwa masa tugas Rasulullah Muhammad hanya sampai tahun 1400 H dan mengklaim bahwa dirinya “Rasul Al-Masih Al-Mau’ud, dan yang baru-baru ini muncul di Jawa Timur yaitu perguruan Satriloka. Aliran Santriloka ini berpendapat bahwa shalat wajib 5 waktu dan puasa sebulan penuh di bulan ramadhan itu tidak penting, dalam membai’at juga pemimpin aliran ini juga mengharuskan membayar sejumlah uang disertai dengan beberapa macam bunga. Padahal ini sama sekali tidak ada aturan atau anjuran dalam islam, malah hal ini merupakan suatu aktivitas kebid’ahan yang nyata-nyata sudah sesat dan menyesatkan.

Dibalik munculnya Aliran Sesat.
Munculnya aliran-aliran sesat tentunya tidak serta merta muncul begitu saja. Tentu ada yang memicunya, bak api yang membakar tentu ada yang menyulutnya. Lantas, apa-apa saja yang ada di belakang ini semua??
1. Gencarnya strategi-strategi Ghozwul Fikr oleh musuh-musuh Islam;
2. Strategi global program murtadisasi yang dilatar belakangi oleh kedengkian orang Yahudi dan Nasrani yang ingin menjauhkan ummat Islam dari Al-Qur’an dan As Sunnah
3. Minimnya pemahaman Islam di kalangan kaum muslimin;
4. Kurangnya praktek keislaman dan adanya paham fanatik negatif dalam islam;
5. Kurangnya ukhuwah dikalangan ummat dan kurangnya pemimpin yang berwatak islami;
6. Semakin banyaknya musuh-musuh Allah, dan adanya budaya ikut-ikutan yang menyebabkan kurangnya identitas di kalangan kaum muslimin.
Dalam Al-Qur’an sendiri Allah telah menyebutkan:

Q.S. 61 (As-Saff) : 8
“Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya_Nya meskipun orang-orang kafir membencinya”.

Q.S. 8 (Al-Anfal) : 36
“ Sesungguhnya orang-orang kafir itu menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan terus menginfakkan harta itu, kemudian mereka akan menyesal sendiri, dan akhirnya mereka akan dikalahkan. Kedalam neraka Jahannamlah orang-orang kafir itu akan dikumpulkan”.

Fenomena-fenomena aliran sesat yang ada bukan hanya membuat hati kita sebagai ummat muslim miris tapi juga menangis melihat keadaan ummat yang seperti itu. Untuk itu sepatutnya, kita sebagai muslim yang baik terus menuntut ilmu Ad-Din ini secara kaffah, menjadikan hanya Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah sebagai pedoman dalam hidup kita, merujuk ke keduanya ketika menemui suatu masalah, dan bertawakkal kepada Allah, mempelajari tidak hanya dari satu sisi tapi juga dari segala aspek, agar krisis aqidah dapat kita minimalkan. Wallahu a’lam..

Selasa, 17 November 2009

Patah hati?????

Bagi kamu-kamu yang lagi sedih, sebel, ngerasain patah hati tapi gak tau harus berbuat apa. Dari pada mikir yang enggak-enggak, mending kamu coba deh tips dibawah nie..:

  1. Klo kamu lagi diputusin pacar....sah-sah aja tuh mencoret-coret foto mantan, setelah itu lihat sekali lagi. Benar khan, ternyata dia gak seganteng yang kamu kira selama ini? (^_^)....

  2. Terus..bagi yang punya hape nich ya, nick name mantan kudu di ganti, lupakan memberi gelar ‘si Ganteng’, “Yayang” de el el... setelah semua kelakuannya berselingkuh dan menyakiti hati kamu, yakin gak dia masih pantes dapat gelar itu????

  3. semangat berolahraga memanah dan menembak bisa di bangkitkan dengan menaruh foto mantan pacar sebagai sasaran...werrrr..

  4. Jadikan ini motto baru amu..’secantik apapun pacar baru manta, kamu tetap yang lebih cantik..”

  5. Jangan berlarut-larut dengan kenangan indah yang pernah ada dengan mantan bila kamu ingin melupakannya.

  6. Berpikir 2x bila kamu ngerasa mantan pacar kamu orang yang romantis. Apakah benar mantan kamu orang yang romantis?atau apakah sebenarnya si mantan itu orang yang gombal...

  7. Kembali menata hati kamu yang boleh di bilang luluh lantak di terjang rasa sakit hati, lakukanlah hal-hal yang positif yang mungkin selama ini jarang kamu lakukan.

  8. Ingatlah bahwa masih ada Dzat yang Maha Mencinta di atas segala Pencinta yang cintanya tak kan luluh tak kan habis sepanjang hayat yakni Cinta dari Sang Pencipta ALLAH Azza wa Jalla.

  9. Buat dirimu kembali kepada-Nya, ya..tentunya dengan bertobat gak akan pacaran lagi dan dekati hal-hal yang mengarah ke aktivitas tersebut..karena ingat....BERANI BERCINTA, BERANI SAKIT HATI ...OK????