Minggu, 17 Januari 2010

Do'a ku

“Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada ibu-bapakku, serta untuk mengerjakan amal sholeh yang Engaku ridhoi, berilah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan kepada anak-cucuku. Sungguh aku bertobat kepada-Mu, dan sesungguhnya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri.” al-Ahqaf (QS 46:15)

Ayat di atas adalah do’a kesadaran akan hakikat hidup yang diajarkan Allah kepada manusia bila mencapai umur 40-an tahun.

Inilah do’a sarat makna yang penuh keterbukaan dan kesadaran akan peran masa lalu (orang tua), masa kini (diri kita sendiri), dan harapan masa depan (anak-cucu). Inilah do’a keselamatan setelah menjalani hidup hingga cukup bekal pengalaman serta berkesempatan untuk menata ulang setelah melihat tantangan proyeksi dirinya di masa depan. Inilah do’a penuh permohonan, penuh kesyukuran, dan penuh pertobatan yang perlu dilantunkan secara khusyuk, intim, dan sepenuh jiwa oleh siapa pun yang punya kesadaran akan umur, posisi, peran, peluang, serta hakikat kehidupannya.

Sungguh ketika seseorang menapaki usia yang ke-40 telah sampailah ia pada fase kearifan hidup. Puncak fase fisik sudah dilampauinya, simpang jalan kehidupan sudah diketahuinya, derita dan bahagia sudah dialaminya, serta jalur, rambu, dan lapis-lapis kehidupan sudah transparan bagi mata batinnya. Pada usia ini, seseorang sudah bisa mengukur secara tepat kekuatan dan kelemahan dirinya, tinggallah kemudian mana pilihan jalan yang akan diteruskanya. Persoalan kehidupan sudah semakin kelihatan berat dan bukan lagi fase fisik, bukan lagi fase coba-coba, melainkan fase kearifan hidup.

Ahli tafsir ada yang menyebutkan bahwa do’a seperti pada ayat di atas diucapkan oleh Abu Bakar As-Shidiq ra ketika kedua orangtuanya menyatakan masuk Islam. Dan, do’a itu masih dilantunkannya setiap hari hingga seluruh anggota keluarga Abu Bakar yang lain masuk Islam. Sedangkan oleh Talhah bin Masyraf kepada Abu Ma’syar ketika dia mengadukan kenakalan anaknya agar anaknya menjadi orang-orang sholeh dan sholehah.

Dua kata kunci pada do’a ini adalah ‘syukur’ dan ‘taubat’. Hakikat syukur adalah penegasan pengakuan diri akan nikmat yang telah diterimanya serta ungkapan rasa terima kasih kepada Allah atas segala kebaikan-Nya. Sementara inti tobat adalah saling ‘berbuat kebaikan’ antara manusia dengan Allah. Dimulai dari manusia yang ‘berbuat kebaikan’ dengan penyesalan kemudian dibalas oleh Allah ‘berbuat kebaikan’ dengan pengampunan dan pemberian rahmat-Nya serta manusia bertobat lantas Allah mengampuninya. Inilah hubungan mesra dan bermakna hakiki antara mahluk dan kholik.

Di zaman yang serba mengkhawatirkan seperti sekarang ini, ketika tantangan dan godaan hidup tidak lagi ringan, sudah selayaknya kita lakukan ikhtiar batin dengan berdo’a dan munajat selain ikhtiar lahir dengan fisik dan pikiran.

Insya Allah dengan laku syukur dan laku taubat, seluruh keluarga kita bisa selamat meniti jalan kehidupan, menapak duniawi sehingga bisa mencapai khusunul khotimah. Amin.

Pada akhirnya, mari bersama kita renungkan perjalanan kita di persinggahan ini. Hari berganti hari. Berganti hari, berarti kian dekat pada saat akhir hidup kita. Di dunia ini kita hanya mampir. Bukankah sudah banyak orang yang hidup sebelum kita, yang kini mereka kembali ke asal, menjadi tulang belulang.

Di depan kita, sudah banyak generasi muda yang kini hidup untuk menggantikan kita. Lalu kita mau ke mana, mau ke mana, kita pasti mati, mati adalah tempat mutasi kita yang terakhir. Kita pasti akan mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan. Sebanyak apa pun harta yang kita miliki tak akan bisa menolak kematian kita. Sehebat apa pun kekuasaan yang kita genggam, tak akan bisa menghalau kematian walau satu detik, walau kita kuat dan perkasa.

artikel dikutif dari :
http://filsafat.kompasiana.com/2009/12/28/ketika-usia-kita-makin-bertambah/
=======================================


Rabu, 30 Desember 2009


Hukum Perayaan Tahun Baru Bagi Umat Muslim


Allah menciptakan manusia di dunia ini dengan memberikan dua jalan kehidupan yaitu jalan keburukan dan jalan kebaikan. Jalan kebaikan tentunya adalah jalan yang dituntun oleh Nabi kita Rasulullah Muhammad SAW yang merupakan insan Kamil, Qudwah dan suri tauladan kita di dunia ini, tidak ada yang menyamai akhlak dan pribadi beliau sehingga patutlah hanya beliau yang kita jadikan teladan dalam setiap tingkah kita. Kebenaran itu hanya ada di sisi ALLAH SWT ..Al haqqu min rabbikum...yang disampaikan melalui utusanNya yaitu Rasulullah. Adapun jalan keburukan adalah jalan yang di pelopori dan dibayang-bayangi oleh Syaitan Laknatullah ‘alaih. Inilah jalan yang harus kita hindari.
Melihat betapa di anjurkannya kita sebagai hamba Allah untuk menempuh jalan kebenaran ini, maka kita di tuntun untuk senantiasa melaksanakan sunnah-sunnah Rasulullah dan menjauhi bid’ah termasuk tasyabbuh (meniru) terhadap orang-orang kafir. Pelarangan menyamai/ meniru orang kafir yaitu pada semua aspek kehidupan, baik itu segi fisik, maupun ibadah. Contoh dalam hal fisik yaitu, di anjurkannya para kaum laki-laki untuk memelihara jenggot dan mencukur kumis serta memendekkan kain di atas mata kaki (tidak isbal) agar berbeda dari kaum Nasrani yang berbuat sebaliknya yaitu memelihara kumis dan mencukur jenggot. Dalam hal ibadah, misalnya pada bulan ini (Muharram) orang-orang Yahudi berpuasa pada 10 Muharram sebagai bentuk syukur mereka atas selamatnya Nabi Musa dari kejaran Fir’aun, kita sebagai umat muslim harus menyalahi mereka yaitu berpuasa lebih dari 1 hari yaitu pada 9 – 10 Muharram, atau 10-11 Muharram. Selain itu, bentuk pelarangan yang lain yaitu, merayakan hari-hari raya bersama orang-orang kafir, termasuk tahun baru ini yang notabenenya adalah hari suci orang-orang kafir.
Sejarah Perayaan Tahun Baru
Penentuan penanggalan dan pemberian nama bulan muncul pertama kali pada 45 tahun sebelum masehi, pencetusnya adalah Julius Kaesar yang dibantu oleh seorang Astronom. Pada saat Julius Kaesar turun tahta, maka salah satu nama bulan saat itu yakni Quintilis diganti dengan nama Julius ( Juli). Setelah itu digantikan oleh kaesar berikutnya Agustinus (yang pada akhirnya menjadi nama bulan Agustus). Adapun bulan Januari diberikan nama oleh bangsa Romawi berdasarkan nama dewa mereka Dewa Janus (permulaan) yang bermuka dua. Perayaan tahun baru pada awalnya ditolak oleh umat Kristen, barulah setelah tahun 1600-an mereka mulai merayakan tahun baru. Dikalangan mareka sendiri terdapat perbedaan penentuan tahun baru ini, ada yang mengambil hari kelahiran Isa al Masih, ada yang mengambil hari kebangkitan Isa Al-Masih (menurut kepercayaan mereka). Namun seiring berjalannya waktu akhirnya mereka bersatu menetapkan 1 Januari sebagai hari suci ummat mereka. Jadi dengan kesimpulan bahwa penanggalan Masehi ini adalah milik ummat Kristiani (dari kata Al-Masih) sehingga kita seharusnya tidak ikut-ikutan menggunakannya karena kita ummat muslim juga memiliki penanggalan yaitu kalender Hijriah.
Hukum Ikut Merayakan Tahun Baru
Fatwa para Ulama :
Mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru hukumnya haram karena itu merupakan bentuk persetujuan kita terhadap kesesatan mereka.
Memberi ucapan tersebut dianalogikan seperti mengucapkan selamat kepada orang yang telah melakukan maksiat seperti minum khamr, berzina, dsb. Namun, mengucapkan selamat untuk hari raya mereka lebih parah ketimbang mengucapkan selamat kepada pelaku maksiat karena nyata-nyata bahwa yang mereka lakukan ini (hari raya orang kafir) adalah salah satu bentuk kesyirikan yang nyata-nyata dosanya sangat besar (menyekutukan ALLAH). Bagaimana pantas kita memberikan ucapan selamat kepada orang-orang yang sudah jelas tidak selamat dan jelas kesesatannya???
Syaikh Utsaimin :
Tidak boleh menampakkan kegembiraan pada perayaan-perayaan kaum musyrikin, baik itu meliburkan sekolah-sekolah, pekerjaan, memasak makanan-makanan dalam rangka itu, ataupun partisipasi lain terhadap budaya mereka.
Mengeluarkan dana untuk perayaan-perayaan itu sama halnya dengan membayar untuk masuk ke neraka Allah Na’udzubillah, dan hanya membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak memberi manfaat sedikitpun. Sekedar duduk-duduk menghadiri acara tersebut saja sudah tidak boleh apalagi ikut merasa gembira atas acara tersebut.
Tahun baru merupakan salah satu sarana Ghozwul Fikr dari para musuh-musuh islam.
Q.S. Al-Baqarah : 109
“ Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki mereka, setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka ma’afkanlah dan berlapang dadalah, sampai Allah memberikan perintah-Nya, sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu”.
Adapun untuk tahun baru islam juga dilarang untuk dirayakan karena itu merupakan bentuk tasyabbuh kita terhadap budaya mereka secara tidak langsung. Tahun baru islam saja dilarang untuk dirayakan apalagi tahun baru orang-orang kafir. Hari raya bagi kita ummat islam hanya dua yaitu hari Iedul Fitri dan Iedul Adha.
Jadi sudah seyogyanya kita sebagai ummat muslim yang baik, tidak memberikan loyalitas kita terhadap kaum musyrikin. Hendaklah kita memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan hal-hal yang bermanfaat tidak hanya dunia tapi juga utamanya untuk akhirat kita yang kekal insya Allah...melaksanakan sunnah-sunnah Rasulullah SAW dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman kita. Dengan memasyarakatkan penanggalan islam (hijriyyah) maka akan mendekatkan kita pada amalan-amalan islamiyah..wallahu a’lam.

Kamis, 10 Desember 2009

Aliran Sesat....

Aliran sesat???? Ada apa dengannya?
Indonesia sedang disibukkan dengan berbagai macam masalah dan musibah yang sepertinya tak ada ujung. Mulai dari masalah dalam lingkup pemerintahan maupun dari masyarakatnya sendiri. Belum teratasinya korban bencana alam yang tak hanya merenggut harta benda tapi juga jiwa itu, seiring pula berkembang masalah perseteruan antara para petinggi-petinggi negara, ya petinggi negara. Tidak hanya itu, masyarakat yang merasa terpinggirkan oleh adanya masalah itu, kriminalitas justru melesit dengan tajam, pembunuhan dan kriminalitas lain semakin merajalela. Bahkan yang tak kalah serunya yakni semakin banyaknya bermunculan paham-paham menyimpang khususnya yang mengatasnamakan islam...yang populer dengan Aliran sesat. Sebenarnya, apakah yang menyebabkan munculnya aliran sesat tersebut? Apakah karena krisis aqidah yang melanda ummat? Ataukah karena teracuninya pemikiran-pemikiran ummat islam dengan pola hidup masa kini yang notabenenya adalah strategi Ghozwul Fikr?
Sangat disayangkan, Indonesia yang sudah dikenal merupakan negara yang berpenduduk mayoritas sejatinya hanyalah sebagai titel saja. Sebagian besar muslimnya justru memiliki pemahaman yang boleh dibilang masih tergolong minim. Ini dilihat dari maraknya muncul berbagai aliran sesat. Bak cendawan di musim hujan, kemunculannya semakin lama semakin banyak. Modus yang diangkat umumnya adalah mengaku ada nabi/rasul setelah Muhammad saw, dan juga pelaksanaan syariat islam secara parsial. Sebut saja Ahmadiyah yang menganggap Mirza Gulam Ahmad sebagai rasul, Lia Eden yang mengaku mendapat wahyu dari malaikat jibril, al-Qiyadah al-Islamiyah yang dipimpin oleh Ahmad Mushaddeq yang meyakini bahwa masa tugas Rasulullah Muhammad hanya sampai tahun 1400 H dan mengklaim bahwa dirinya “Rasul Al-Masih Al-Mau’ud, dan yang baru-baru ini muncul di Jawa Timur yaitu perguruan Satriloka. Aliran Santriloka ini berpendapat bahwa shalat wajib 5 waktu dan puasa sebulan penuh di bulan ramadhan itu tidak penting, dalam membai’at juga pemimpin aliran ini juga mengharuskan membayar sejumlah uang disertai dengan beberapa macam bunga. Padahal ini sama sekali tidak ada aturan atau anjuran dalam islam, malah hal ini merupakan suatu aktivitas kebid’ahan yang nyata-nyata sudah sesat dan menyesatkan.

Dibalik munculnya Aliran Sesat.
Munculnya aliran-aliran sesat tentunya tidak serta merta muncul begitu saja. Tentu ada yang memicunya, bak api yang membakar tentu ada yang menyulutnya. Lantas, apa-apa saja yang ada di belakang ini semua??
1. Gencarnya strategi-strategi Ghozwul Fikr oleh musuh-musuh Islam;
2. Strategi global program murtadisasi yang dilatar belakangi oleh kedengkian orang Yahudi dan Nasrani yang ingin menjauhkan ummat Islam dari Al-Qur’an dan As Sunnah
3. Minimnya pemahaman Islam di kalangan kaum muslimin;
4. Kurangnya praktek keislaman dan adanya paham fanatik negatif dalam islam;
5. Kurangnya ukhuwah dikalangan ummat dan kurangnya pemimpin yang berwatak islami;
6. Semakin banyaknya musuh-musuh Allah, dan adanya budaya ikut-ikutan yang menyebabkan kurangnya identitas di kalangan kaum muslimin.
Dalam Al-Qur’an sendiri Allah telah menyebutkan:

Q.S. 61 (As-Saff) : 8
“Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya_Nya meskipun orang-orang kafir membencinya”.

Q.S. 8 (Al-Anfal) : 36
“ Sesungguhnya orang-orang kafir itu menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan terus menginfakkan harta itu, kemudian mereka akan menyesal sendiri, dan akhirnya mereka akan dikalahkan. Kedalam neraka Jahannamlah orang-orang kafir itu akan dikumpulkan”.

Fenomena-fenomena aliran sesat yang ada bukan hanya membuat hati kita sebagai ummat muslim miris tapi juga menangis melihat keadaan ummat yang seperti itu. Untuk itu sepatutnya, kita sebagai muslim yang baik terus menuntut ilmu Ad-Din ini secara kaffah, menjadikan hanya Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah sebagai pedoman dalam hidup kita, merujuk ke keduanya ketika menemui suatu masalah, dan bertawakkal kepada Allah, mempelajari tidak hanya dari satu sisi tapi juga dari segala aspek, agar krisis aqidah dapat kita minimalkan. Wallahu a’lam..

Selasa, 17 November 2009

Patah hati?????

Bagi kamu-kamu yang lagi sedih, sebel, ngerasain patah hati tapi gak tau harus berbuat apa. Dari pada mikir yang enggak-enggak, mending kamu coba deh tips dibawah nie..:

  1. Klo kamu lagi diputusin pacar....sah-sah aja tuh mencoret-coret foto mantan, setelah itu lihat sekali lagi. Benar khan, ternyata dia gak seganteng yang kamu kira selama ini? (^_^)....

  2. Terus..bagi yang punya hape nich ya, nick name mantan kudu di ganti, lupakan memberi gelar ‘si Ganteng’, “Yayang” de el el... setelah semua kelakuannya berselingkuh dan menyakiti hati kamu, yakin gak dia masih pantes dapat gelar itu????

  3. semangat berolahraga memanah dan menembak bisa di bangkitkan dengan menaruh foto mantan pacar sebagai sasaran...werrrr..

  4. Jadikan ini motto baru amu..’secantik apapun pacar baru manta, kamu tetap yang lebih cantik..”

  5. Jangan berlarut-larut dengan kenangan indah yang pernah ada dengan mantan bila kamu ingin melupakannya.

  6. Berpikir 2x bila kamu ngerasa mantan pacar kamu orang yang romantis. Apakah benar mantan kamu orang yang romantis?atau apakah sebenarnya si mantan itu orang yang gombal...

  7. Kembali menata hati kamu yang boleh di bilang luluh lantak di terjang rasa sakit hati, lakukanlah hal-hal yang positif yang mungkin selama ini jarang kamu lakukan.

  8. Ingatlah bahwa masih ada Dzat yang Maha Mencinta di atas segala Pencinta yang cintanya tak kan luluh tak kan habis sepanjang hayat yakni Cinta dari Sang Pencipta ALLAH Azza wa Jalla.

  9. Buat dirimu kembali kepada-Nya, ya..tentunya dengan bertobat gak akan pacaran lagi dan dekati hal-hal yang mengarah ke aktivitas tersebut..karena ingat....BERANI BERCINTA, BERANI SAKIT HATI ...OK????

Anda berpotensi terkena serangan Jantung???

serangan jantung adalah akibat dari tersumbatnya arteri yang menyuplai darah ke jantung. Ketika arteri tersumbat, otot jantung yang kekurangan oksigen akan mati. Akibat dari tersumbatnya arteri jantung sangat bervariasi, dari dapat disembuhkan hingga menimbulkan kematian, bergantung pada berapa banyak bagian jantung yang mengalami kerusakan dan seberapa buruk kerusakannya. Tersumbatnya pembuluh darah yang menyuplai jantung biasanya disebabkan oleh salah satu dari tiga faktor berikut yaitu; pembekuan darah di dalam pembuluh darah (trombosis arteri), kontraksi dinding pembuluh yang terus menerus, atau aterosklerosis.Aterosklerosis adalah akibat dari ternetuknya endapan substansi, seperti lemak, fibrin (terbentuj dari pembekuan), sebagian sel-sel mati, dan kalsium, di dalam pembuluh darah. Endapan tersebut mengurangi kelenturan pembuluh darah dan menaikkan tekanan darah, seperti Anda meningkatkan tekanan dalam slang air dengan cara menutup mulut slang dengan ibu jari Anda. Tidak seorang pun tahu penyebab aterosklerosis, tetapi sejumlah faktor, antara lain usia, hipertensi, diabetes, stres, faktor keturunan, dan jenis kelamin 9laki-laki cenderung lebih banyak terserang aterosklerosis daripada perempuan), dapat memicunya.

Gejala serangan jantung yang sering kali terjadi, tetapi tidak selalu, antara lain;

  1. rasa nyeri menyebar disepnjang bahu, lengan, leher, atau rahang;

  2. berkeringat tiba-tiba;

  3. dada terasa nyeri dan tertekan;

  4. mual, muntah, dan nafas pendek serta rasa takut yang amat sangat;

  5. gejala-gejala tersebut dapat datang dan pergi. (Solomon, 1993).


How do we keep our heart healthy?


1. Eat healthy food; makan makanan yang bergizi








2. Rajin berolah raga







3. Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh









4. Don’t smoke



5. Be Happy






6. Get a medical checkup , rajin-rajinlah memeriksakan kesehatan.