Minggu, 21 April 2013

"Pelecehan Seksual" Ada apa dengannya?

Apa jadinya jika ini terjadi pada anda???  













Saudara Saudariku yang dimuliakan Allah swt Semakin pesatnya perkembangan teknologi sekarang memicu semakin aneh pula tingkah laku para generasi kita khususnya para remaja. Hampir setiap hari di tayangan televisi muncul berita tentang tindakan asusila, paling minimal dintaranya adalah tindakan pelecehan seksual, disamping itu, berbagai jenis pemerkosaan mulai dari yang biasa-biasa sampai yang paling sadis, dan yang paling miris jika ada orang tua yang sampai menghamili anak sendiri..na’udzubillah min dzalik..
Nah..klo sudah seperti ini apa yang salah????

Media kah??

Kurang Iman kah?? *Tentumi…

Ataukah karena hukum yang diterapkan salah???

Jika saja sebagai muslim, kita berkiblat pada aturan Allah SWT, tentunya hal tersebut bisa di minimalisir. Yuk kita simak penjelasan di bawah ini, Admin ngutip sedikit penjelasan Ustadz dari situs www.eramuslim.com. ………

Allah swt mengharamkan perzinahan serta mengancam pelakunya apabila ia seorang yang belum pernah menikah dengan hukuman dicambuk seratus kali dan diasingkan setahun sedangkan apabila pelakunya adalah seorang yang pernah menikah maka hukumannya adalah dirajam, sebagaimana dalil-dalil berikut :

 1. Firman Allah swt : الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا مِئَةَ جَلْدَةٍ وَلَا تَأْخُذْكُم بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ Artinya : “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, Maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (QS. An Nuur : 2)

2. Dari Abu Hurairoh ra bahwasanya Rasulullah saw pernah memberikan hukuman kepada orang yang berzina (belum menikah) dengan hukuman dibuang (diasingkan) satu tahun dan pukulan seratus kali.” (HR. Bukhori)

 3. Rasulullah saw menanyakan kepada seorang laki-laki yang mengaku berzina,”Apakah engkau seorang muhshon (sudah menikah)? Orang itu menjawab,’Ya’. Kemudian Nabi bersabda lagi,’Bawalah orang ini dan rajamlah.” (HR Bukhori Muslim)

Meskipun terlihat berat hukuman bagi seorang pezina namun jauh lebih ringan dari pada efek yang ditimbulkannya terhadap masyarakat, inilah keadilan. Ketika hukuman berat ini tidak diterapkan dalam suatu masyarakat yang berarti tidak ada efek jera bagi para pelakunya maka akan berakibat semakin merajalelanya perbuatan mesum, perzinahan, pelacuran, banyak anak-anak yang tidak jelas nasabnya yang pada akhirnya akan menggeser masyarakat manusia menjadi masyarakat binatang.
Karena itulah Allah meminta kepada setiap insan untuk menjauhi prilaku buruk itu didalam firman-Nya :
 وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً
 Artinya : ”Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Israa : 32)
Hukuman terhadap para pelaku zina ini hanyalah bisa dilakukan oleh sultan atau hakim dan tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang, tokoh agama, tokoh masyarakat tertentu. Ini berarti hukuman cambuk dan rajam tidaklah bisa dilakukan kecuali di suatu negeri yang didalamnya telah diterapkan hukum islam. Adapun apabila pelaku perzinahan ini adalah seorang non muslim (ahli dzimmah) maka apakah akan diterapkan atasnya hadd / hukuman sepertihalnya terhadap seorang muslim?
 Didalam kitab ”al Mausu’ah” dsebutkan : Apabila seorang dari ahli dzimmah melakukan suatu kejahatan dari kejahatan yang konsekuensinya adalah hadd, seperti : zina, menuduh seorang berzina, mencuri atau begal maka orang itu haruslah dihukum dengan hukuman hadd terhadap kejahatan yang dilakukannya itu karena posisi mereka dalam hal ini adalah seperti kaum muslimin. Kecuali minum khomr ketika mereka meyakini kehalalannya sebagai bentuk perhatian kepada perjanjian tehadap ahli dzimmah kecuali jika mereka sengaja menampakkan diri saat meminumnya maka mereka harus diberikan teguran.

Demikianlah menurut jumhur fuqaha. Para ulama Syafi’i, Hambali dan Abu Yusuf menyamakan dalam penerapan hukuman rajam antara seorang kafir dzimmi dengan seorang muslim berdasarkan keumuman nash-nashnya didalam penerapan hukuman ini. ”Bahwa Nabi saw memerintahkan agar merajam dua orang Yahudi.” Imam Abu Hanifah dan Malik menegaskan bahwa seorang ahli dzimmah yang berzina apabila orang itu sudah menikah maka tidaklah dirajam dikarenakan adanya persyaratan islam didalam penerapan hukuman rajam menurut kedua imam tersebut. Demikian pula seorang muslim yang menikah dengan seorang wanita ahli kitab maka menurut Abu Hanif dia tidaklah dirajam karena beliau mensyaratkan didalam ihshan (memberikan perlindungan) adalah islam dan menikah dengan seorang wanta muslimah berdasarkan sabda Nabi saw kepada Hudzaifah ketika ingin menikah dengan seorang wanita Yahudi,”Tinggalkanlah wanita itu sesungguhnya dia tidaklah melindungimu.” (”al Mausu’ah al Fiqhiyah” juz II hal 2506) Dan bagi para pelaku perzinahan di suatu negeri yang tidak diterapkan hukum Allah maka diharuskan baginya untuk bertaubat atas perbuatannya itu dengan taubat nashuha, bertekad untuk tidak mengulanginya lagi kemudian hendaklah ia menutupi aibnya tersebut dari menceritakannya kepada orang lain semoga Allah swt menerima pertaubatannya dan kelak akan menutupi aibnya.

 Markaz al Fatwa didalam fatwanya tentang permasalahan ini menyebutkan Ibnu Hajar didalam kiitabnya ”Fathul Bari” mengatakan bahwa apabila muncul hak Allah maka sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mulia dan rahmat-Nya mendahului murka-Nya. Oleh karena itu apabila Dia swt telah menutupi suatu aib di dunia maka Dia tidak akan membongkarnya di akherat. Sedangkan orang-orang yang membongkar (aibnya sendiri) maka dia telah memusnahkan itu semua (penutupan Allah, pen). Sebagaimana diketahui sesungguhnya hukuman di dunia dapat menghilangkan hukuman di akherat. Barangsiapa yang tidak dihukum di dunia dikarenakan tidak diterapkannya hukum (Allah) tersebut atau tidak ada bukti terhadap pelakunya atau tidak ada pengakuan dari si pelaku maka yang paling utama adalah memohon kepada Allah agar Dia menutupi aibnya itu. Lalu dirinya berada dibawah kehendak Allah swt apakah dirinya akan diampuni atau diberikan sangsi. Didalam shahih al Bukhori dai hadits Ubadah bin ash Shamit bahwa Rasulullah saw–dikelilingi oleh sejumlah sahabat—dan bersabda,”Kemarilah kalian dan baiatlah aku untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, jangan mencuri, jangan berzina, jangan membunuh anak-anak kalian, jangan berdusta yang kalian ada-adakan antara tangan dan kaki kalian, jangan maksiat terhadapku dalam urusan yang baik. Maka barangsiapa yang dari kalian yang menunaikannya maka pahalanya dari Allah swt dan barangsiapa yang melanggarnya sedikit saja maka dia akan dihukum di dunia sebagai kafarat (balasan) baginya. Dan barangsiapa yang melanggarnya sedikit saja kemudian Allah tutupi maka urusannya kembali kepada Allah. Jika Dia berkehendak maka dia akan dihukum dan jika Dia berkehendak maka dia akan dimaafkan.” Ibnu Hajar mengatakan mengatakan bahwa al Qodhi ’Iyadh berkata,”Kebanyakan ulama berpendapat bahwa al hudud (hukuman-hukuman) itu adalah kafarat. Dan mereka berargumentasi degan hadits ini.” (Markaz Al Fatwa 22413)
 Demikian pula bagi pelaku perzinahan yang telah dilakukan atasnya hukuman terhadap dirinya dengan hukum Allah yaitu dicambuk seratus kali dan diasingkan apabila dirinya belum menikah atau dirajam apabila telah menikah maka apabila dirinya telah bertaubat kepada Allah swt maka dirinya terlepas dari siksa di akherat akan tetapi jika dirinya tidak bertaubat maka dirinya dihukum dengan hukuman tersebut di dunia dan diakherat dirinya juga akan disiksa dikarenakan dosanya itu. Wallahu A’lam...

Selasa, 16 April 2013

"Budaya Terkini..."

Hmm...sudah mendunia,tapi coba kita hayati, ada benarnya juga khan? Nah bagi yang menjalankan teori ini..setuju kan?

Sabtu, 13 April 2013

Tidur Diiringi Murattal Al-Qur’an Bisa Tingkatkan Memori Otak Lho

Setelah lelah dengan segudang kegiatan sehari-hari tubuh memerlukan istirahat. Tidur merupakan pilihan utama untuk itu. Tetapi, tahukah Anda jika tidur diiringi alunan ayat Al-Qur’an dapat meningkatkan memori otak? Seperti dikutip dari Times of India, Jumat (12/4/2013) dr Jan Born dari University of Tubingen, Jerman, mengatakan bahwa ini adalah stimulasi auditori pada intensitas rendah. "Ini adalah keindahan dari kesederhanaan mengaplikasikan stimulasi auditori dengan intensitas rendah jika dibandingkan dengan stimulasi elektrik.
Dan ini menggambarkan kesederhanaan alat yang digunakan pada lingkungan klinis yang dapat digunakan untuk meningkatkan ritme tidur," ujar dr Jan. Dr Jan dan rekannya mengadakan tes ini dengan melibatkan 11 orang pada malam yang berbeda.
 Kemudian penelitian dilakukan selagi partisipan diberikan rangsangan suara atau rangsangan buatan. Ketika para relawan yang diberikan rangsangan suara sudah terstimulasi dengan baik, maka osilasi otak mereka mulai menyesuaikan dengan ritmenya. Hasilnya, mereka menjadi lebih baik dalam mengingat kata-kata yang mereka pelajari sebelumnya. Namun, jika stimulasi yang diberikan tidak sesuai, maka tidak akan efektif. Dalam penelitian ini juga diungkapkan bahwa stimulasi ini juga dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur. Nah, Anda dapat mencoba dengan memasang musik instrumen atau murattal Al-Qur’an untuk meningkatkan kualitas tidur. Dengan memiliki tidur yang berkualitas, niscaya Anda memiliki produktivitas yang baik.
Sumber:health.detik.com dengan sedikit penggubahan

Minggu, 07 April 2013

Bersih-bersih Dulu Ahh...

Uhuk..uhk... hmmm...akhirnya kembali menata sarang yang sudah sekian lama di tinggalkan... penuh debu...sarang laba-laba sudah mencapai menara tertinggi..lapisan demi lapisan berhasil dibuatnya..arrgghh... ya.. mudah-mudahan bisa kembali dimanfaatkan salah satu habitatku ini... yup semangat!!!!!

Sekeping Biskuit Motivator Untukmu Ukhti..

Orang Berkata "Langit selalu berduka dan mendung" Tapi aku berkata, "Tersenyumlah, cukuplah duka cita dilangit sana" Betapa banyak jalan keluar yang datang setelah rasa putus asa dan betapa banyak kegembiraan datang sesudah kesusahan... siapa yang berbaik sangka pada pemilik 'Arsy yang agung akan memetik manisnya buah yang dipetik di tengah-tengah pohon berduri..

Selasa, 16 Oktober 2012

Kata Hati sang Penunggu Bidadara...

Aku tak mencari calon suami yang tampan wajahnya, yang banyak hartanya, dan yang selalu diperebutkan para wanita. Akan tetapi Ku cari seorang calon suami yang benar-benar halus tutur katanya… Yang begitu mulia budi pekerti dan tampan akhlaknya.. Yang bisa memuliakan kaum wanita… Yang benar-benar telah siap menjadi pemimpinku.. Yang dapat membimbingku untuk semakin dekat kepadaNya Yang dapat menuntunku ke jalan yang di RidhaiNya Yang bisa mengingatkanku ketika Aku telah lalai dalam melaksanakan kewajibanNya.. Yang bisa menyadarkanku ketika Aku berbuat khilaf.. Yang bisa meluruskan kesalahanku dengan penuh kelembutan.. Yang bisa menegurku ketika Aku telah berpaling pada tanggung jawab dan kewajiban sebagai seorang istri yang wajib taat pada suami dan Rabb-nya Yang bisa memaafkanku dengan penuh keikhlasan jika Aku telah menjadi isteri yang kufur.. Ketika Aku salah bukannya dia marah… Ketika Aku khilaf bukannya dia memvonis… Ketika Aku kufur bukannya dia meninggalkanmu… Tapi sebaliknya, dia pantang menyerah untuk selalu membimbingku, menuntunku, dan mengajariku untuk kembali ke jalan yang benar…. Pria terindah dimata wanita bukanlah yang paling tampan raut wajahnya, melainkan yang paling menawan keimanan dan budi pekertinya. Pria terjantan dihadapan wanita bukanlah yang paling berani mengungkapkan cinta, melainkan yang berani menemui wali Sang Hawa untuk meminangnya. Pria teromantis dihati wanita bukanlah yang paling mesra mengungkap kata cinta, melainkan yang paling berani mempertanggungjawabkan kata cinta dihadapan Allah dengan berazzam untuk menghalalkannya. Pria tergagah dihadapan wanita bukanlah yang paling kekar tubuhnya melainkan yang mampu bertanggungjawab menopang keluarganya. Pria terkaya di angan wanita bukan hanya terbanyak hartanya, melainkan yang kaya hatinya sehingga pandai bersyukur atas segala karuniaNya. Pria terpandai di benak wanita bukanlah yang paling banyak ilmunya, melainkan yang paling peduli untuk membimbing kpd jalan yang diridhaiNya. Pria paling dermawan dihadapan wanita bukanlah yang paling banyak sedekahnya, melainkan yng paling perhatian memenuhi kewajiban keluarga… Akhi…… Sejatinya nilai diri kaum pria bukan hanya karena tampan, jantan, romantis, gagah, kaya, pandai, dan dermawan, namun sejauh mana ia mampu mengasah keimanan dan perilakunya agar lebih menawan. Kaum pria begitu berharga jika mampu mempertanggungjawabkan segala ucapan & perbuatan di hadapan Allah yang Maha Menyaksikan Insya Allah…….

Jumat, 07 September 2012

Tak ada kata terlambat untuk memulai... tak peduli banyaknya bibir-bibir yang mencibir...

Minggu, 29 April 2012

Sang Motivator....

Beliau banyak memberi inspirasi....seorang motivator yang nyata telah mengubah cara pandang hidup manusia..tapi tentu tak lepas dari kendali keagamaan..

Senin, 13 Juni 2011

Inikah Rasanya?????


Begitu banyak rahasia Allah yang tidak di duga oleh hambaNya..
Sepanjang perjalanan hidup, sedetik pun manusia tak dapat menduga apa yang akan terjadi..pun dengan pilihan yang disajikan Allah dihadapan kita yang kita sendiri tidak pernah menduga sebelumnya..
Sebuah keputusan berat harus segera di ikrarkan...
keputusan yang bisa diucapkan dalam sedetik tapi menjadi penentu seumur hidup...
Ya Allah...dunia dan akhiratku ada dalam genggamanMu...berilah petunjukmu..
Pantaslah ku katakan kepada diri pribadi..INIKAH RASANYA????

Kamis, 12 Mei 2011

Generasi Di salah satu belahan dunia

Lihatlah....
bagaimana aksi para generasi kecil ini...
sedikit lucu tapi sekaligus memprihatinkan..hiks..hiks...
masa' yo..rela ngorbanin temen sendiri..
ini mi di bilang tertawa di atas penderitaan orang lain...
Ah..ada-ada saja dunia ini
Tapi gambar ini cukup mewakili potret kondisi masyarakat kita sekarang..
Banyak yang malah tertawa di atas penderitaan orang lain...
Ada yang bergelimangan harta, hidup dengan penuh kenyamanan sementara itu, ada orang lain yang dikorbankan..
Tapi tidak sedikit pula yang pura-pura tidak peduli...
Oh..ho..ho...